Pantai Parangtritis, Pantai Lama Tapi Tetap Menawan

pantai parangtritis merupakan salah satu pantai yang menyuguhkan berbagai pesona keindahan alam dan juga menyimpan misteri dan mitos di dalamnya.

Yogyakarta menjadi salah satu tempat yang memiliki destinasi wisata yang menyuguhkan pesona alam dan keindahan pantainya. Letak wilayah yang dekat dengan pantai selatan membuat bermunculan pantai-pantai baru dengan potensi keindahan yang berbeda. Walaupun banyak bermunculan pantai-pantai baru, tak membuat para wisatawan surut terhadap minatnya untuk berlibur ke pantai lama, seperti Pantai Parangtritis. Penasaran dengan keindahan yang disajikan di pantai yang terkenal hingga mancanegara ini ? Yuk simak ceritanya sampai selesai.

Pantai Parangtritis, Surganya Warga Jogja

Parangtritis menjadi salah satu pantai yang banyak didatangi para wisatawan baik wisatawan domestik maupun non domestik. Pantai ini memiliki lokasi yang cukup strategis, lokasi pantai parangtritis tepatnya yaitu di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul. Banyak sekali pemandangan yang dapat dinikmati para wisatawan, salah satunya yaitu gumuk pasir, yakni berupa gunung-gunung pasir yang ada di sekitar pantai dan menjadi satu-satunya gurun pasir yang ada di Asia Tenggara. Di pantai ini wisatawan akan merasakan seperti sedang di Afrika karena memiliki lautan pasir yang sangat luas dan udara lebih panas dari pada daerah sekitarnya.

Pantai ini juga menyuguhkan pesonanya di sore menjelang senja hari. Di sebelah utara terdapat bukit kecil yang menyuguhkan pemandangan yang sangat menakjubkan dari atas bukit tersebut. Selain itu saat sore hari para pengunjung dapat menikmati hempasan angin pantai yang segar sembari menyantap hidangan dan bercengkerama bersama keluarga maupun sahabat. Harga tiket masuk pantai parangtritis pun terbilang sangat murah, pengunjung hanya cukup membayar lima ribu rupiah saja untuk dapat menikmati sajian alam di pantai yang indah ini. Belum juga harga sewa ATV sebesar 50 ribu-100 ribu dan bagi yang ingin menyusuri pantai menggunakan kereta kuda dan menunggang kuda cukup menyewa sebesar 20 ribu saja. Cukup murah bukan ?

Tentu belum banyak yang tahu tentang sejarah Pantai Parangtritis ini. Banyak cerita yang menyebutkan tentang dibalik nama Parangtritis yang menyimpan cerita yang menarik. Dari cerita masyarakat, saat dulu ada seorang pria bernama Dipokusumo. Orang tersebut melarikan diri dari Majapahit, dan pada suatu hari dia tengah bersemedi dan melihat dari celah batu karang yang tengah menjatuhkan tetesan air yang banyak. Karang juga dapat disebut dengan sebutan paran jika dalam Bahasa Jawa, dan tetesan air disebut tumatitis. Berdasarkan dua kata tersebut jadilah nama daerah dengan nama Parangtritis yang berarti air yang menetes yang berasal dari batu. Cerita tersebut menjadi salah satu alasan dari penamaan pantai tersebut.

Dengan populernya pantai ini, berkembang pula sebuah mitos dari tempat wisata ini. Salah satu mitos Pantai Parangtritis yang dipercayai masyarakat setempat bahkan wisatawan luar daerah adalah Pantai ini merupakan pintu gerbang dari istana kerajaan laut selatan yang merupakan bagian dari daerah kekuasaan sang ratu selatan yang dipimpin Nyai Roro Kidul.

Selain mitos di atas, ada satu lagi mitos yang beredar dan juga masih dipercaya masyarakat yaitu bahwa Nyai Roro Kidul sangat menyukai warna hijau. Dengan mitos tersebut, ada larangan di pantai parangtritis bahwa wisatawan agar tidak mengenakan pakaian ataupun membawa benda-benda berwarna hijau saat di pantai. Hal tersebut jika Nyai Roro Kidul tertarik oleh barang yang berwarna hijau tersebut konon orang itu akan diseret ke laut guna diajak bergabung dan akan dijadikan prajuritnya. Namun terlepas dari mitos tersebut, tentunya wisatawan tetap berhati-hati karena ombaknya cukup besar. Oleh karena itu wisatawan juga dilarang mandi di pantai dikarenakan landscape pantai curam. Itulah sedikit hal tentang pantai parangtritis, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *